KAMASTU, kajian yang ketje!

Posted on

Tahun kedua mengikuti majelis ini memang memberi pencerahan dalam banyak hal. Kamastu, kajian malam sabtu memang memiki ruh dan pendekatan berbeda dibanding kajian umum jaman old, atau pun kajian kekinian yang mainstream. Ya, ada sesuatu yang beda.

Pertama mungkin karena sebagian besar jama’ah yang hadir adalah kaum muda. Poin pertama ini mungkin ndak terlalu berbeda dengan kajian kekinian yang lain. You know lah, jaman now kajian yang bahas jodoh,cinta,dan semacamnya biasanya emang digemari kaula muda. Dan banyak konseptor-konseptor kajian yang kini mengadopsi tema tersebut untuk menarik perhatian jama’ah.

Nah, kelanjutannya ada si poin kedua, tema di Kamastu itu ndak melulu soal tjinta, tapi anak muda nya tetep aja banyak. Tema di Kamastu itu juga merupakan poin yang bisa dibilang menjadi why you must kesana, soalnya bener-bener topik yang selalu kekinian, dan mengambil sudut pandang yang selalu berbeda. Dari bahasan agama,ekonomi, politik, sampai bahasan per jin jin an juga ada.

Pembeda selanjutnya adalah narasumber. Kalau di kajian umumnya mungkin cenderung akan disampaikan oleh Ustadz/Kiai saja. Ya, emang bener sih, ndak salah. Tapi kalau diKamastu lebih ketje lagi, setiap bahasan selain mendatangkan Ustadznya, juga ngundang praktisi atau pelakunya. Misal nih, bahas soal pesugihan, yang diundang ya ada yang mantan dukun. Lah tadi, bahas pelakor, ngundang yang bersangkutan juga (korbannya). 

Dan poto di postingan ini adalah pembeda lagi yang bikin kajian ini tambah ketje. Yup, per malam tadi 23 Feb pengelola mulai mengaplikasikan penggunaan finger print atau presensi menggunakan sistem sidik jari untuk kajian. Kan keren tuh!

Buat yang dateng tadi, mungkin masij agak mblandet/macet, yaa karena masih rekam data kan ya. Tapi besok, tinggal tempel tempel tempel jempolnya😅😎

Yep Gaes, setiap malam Sabtu, silahkan pinarak ke Aula PWM DIY.