Googling “Polosan Muka Monyet” dan yang tampil Atta Halilintar, kok bisa?

Algoritma Google memang terkadang nyeleneh. Bukannya Google itu canggih banget dalam membuat mesin pencari? Lalu kok bisa yang muncul malah Atta Halilintar pas kita Googling “Polosan Muka Monyet”?

Google tidak seburuk itu kok, justru Google tau pas kita ngetik polosan muka monyet, itu memang kita kepingin yang tampil Atta Halilintar kan? Loh, kok bisa to Mas? Saya akan jelaskan pelan-pelan.

Sebelumnya saya pernah juga membahas tentang keyword “monyet pake jas hujan” yang mengarah ke foto Pak Jokowi, buat teman-teman yang belum membaca, supaya paham bisa klik link dibawah ini:

Kenapa pencarian “monyet pake jas hujan” yang muncul Pak Jokowi?

Kurang lebih sebenarnya hampir mirip kasusnya, cuma saya ingin menjelaskan yang belum saya jelaskan disana dan yang khususon pada case ini.

Trigger

Apa itu trigger? Trigger itu semacam sebuah aksi/pancingan yang bisa menimbulkan aksi yang lain. Bingung?

Sederhananya gini, kok bisa pas kita Googling polosan muka monyet yang muncul Atta? Nah, awalnya pasti ada yang memasang dengan sengaja atau secara tidak sengaja menemukan muka Atta Halilintar pas Googling polosan muka monyet.

Kemudian orang ini menyebarkannya, entah dijadikan meme, atau dishare di grup-grup besar di sosial media, entahlah. Intinya, ada trigger yang membuat pencarian Polosan Muka Monyet ini meningkat.

Google Mendeteksi Keinginan Kita

Tadi saya katakan di prolog, kalau Google tidak sebodoh itu kok mesinnya. Mesin itu berperilaku berdasarkan perilaku kita sebagai usernya, termasuk mesin pencari Google.

Sebenarnya, Google sudah benar dengan posisinya sebagai mesin pencari ketika menampilkan muka Atta Halilintar pas kita Googling polosan muka monyet.

Saya tidak mengatakan kalau jawabannya Google itu benar, tapi sebagai mesin pencari Google sudah melakukan hal yang tepat. Kenapa? Karena setelah trigger tadi muncul, orang-orang akan berbondong-bondong Googling dengan keyword tersebut.

Alhasil, Google mendeteksi sebuah kebenaran bahwa hasil yang ditampilkannya sudah benar, dan Google semakin yakin kalau ketika kita mencari “Polosan Muka Monyet” itu memang gambar-gambar ini yang harus ditampilkan.

Jadi, sebagai mesin pencari, Google tidak salah dalam menampilkan result pencariannya. Pun, result pencariannya tidak benar juga.

Apakah muka Atta Halilintar mirip monyet?

Eitss, saya bukan sedang menjudge, tapi ini kita bicara secara scientific lho ya. Saya bukan fans Atta Halilintar, dan saya juga bukan hatters Atta Halilintar. Tapi disini saya sebagai IT Enthusiast hanya ingin membedah dan memberikan padangan saya.

Lalu, apakah ada kemungkinan algoritma Google membaca wajah Atta Halilintar disamakan dengan monyet?

Menurut saya Google menggunakan semacam beberapa teknik kombinasi (semacam pengolahan citra, deep learning dan semacamnya) dan juga “ranks the results using a proprietary algorithm”, yang berarti ranking dari pencarian dan aksi pengguna diperhitungkan juga dalam menampilkan gambar.

Maksud saya seperti ini, okey, saya sepakat Google menggunakan teknik/algoritma tertentu sehingga ketika kita menampilkan pisang, yang muncul adalah pisang.

Tetapi saya juga berpendapat bahwa Google memperhatikan ranking pencarian dan result yang diinginkan orang-orang. Karena itu trending sangat berpengaruh disini.

Saya beri contoh lain, ketika dulu kita mencari gambar odading, mungkin yang muncul adalah odading biasa. Tetapi, baru-baru ini sedang trending odading Mang Oleh, jadi boleh jadi foto Mang Oleh juga muncul pas kita googling Odading.

Nah kan bener.

Jadi, apakah muka Atta Halilintar mirip monyet? Secara struktur mungkin boleh jadi ada kemiripian, tapi saya tidak bisa membenarkan itu. Karena, kalau memang begitu cara mainnya, mungkin yang muncul akan lebih banyak orang lain dibandingkan dia. Iya juga kan? Jadi, ini bukanlah sebuah kebenaran.

Karena keterkaitan trending, dan pencarian dan juga return dari trigger tadi, bisa jadi jadi penyebab kenapa jadi gambar Atta Halilintar yang muncul.

Sebenarnya saya ingin menceritakan lebih mendalam tentang bagaimana algoritma Google bekerja, namun saya khawatir pembaca artikel ini lebih ke orang-orang umum yang tidak sepenuhnya memahami dan mendalami topik-topik ini. Jadi, saya hanya menyampaikan dengan bahasa sederhana yang semoga bisa dipahami oleh orang-orang awam pada umumnya.

Artikel ini tentu belumlah sempurna, saya sangat menghargai kalau teman-teman mungkin ada yang lebih paham dan mau memberikan pendapatnya melalui kolom komentar. Sekian semoga dapat menjadi gambaran :).



0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x