Agustus ini masih pandemi

Bulan ini adalah bulan kesekian semenjak pandemik Covid-19 berlangsung. Ya, Agustus 2020.

Jikalau aku ingat-ingat, sekitar 19 Maret aku mendapati surat edaran dari kantor untuk memulai aktifitas WFH. Meski pun, aku sempet tetap masuk kekantor untuk beberapa hari, lalu memutuskan untuk pulang ke daerah.

Tentang pandemi, sebetulnya aku enggan berkomentar. Apalagi di media sosial. Seperti namanya, so.. sial.

Agak ribet membicarakan sesuatu yang kompleks ditempat yang seperti bukan rumah bagi kita, seperti dipasar bebas pemikiran, dimana setiap orang dengan berbagai latar belakang bebas membicarakan apapun yang dia ingin bicarakan.

Padahal, disosial media hal-hal dengan sembrononya mudah sekali viral. Bayangkan, di sana, membahas covid-19, pendapat seorang dokter dan seorang montir seperti disamaratakan.

Tidak membahas kasta pekerjaan, tetapi lebih kepada empan dan papan.

Karena itu, sampai bulan ke sekian ini entah sudah berapa hoax yang beredar dipasaran Covid-19.

Mulai sabun teori konspirasi sabun detol, sampai macam-macam yang lain dah.

Kita tak tau mana yang benar dan mana yang salah. Namun, sebagai seorang bijak kita harus lebih pandai dalam mencerna informasi dan memilah makanan otak.

Tak banyak orang yang diberi keberuntungan untuk dapat berpikir, meskipun kita semua memiliki otak.

Sebisa mungkin kita ikuti protokol yang telah diedarkan oleh pemerintah dan dokter yang kompeten dibidangnya.

Semoga pandemi segera usai.

Semoga kita segera dipertemukan. *loh