histats

Sarasehan Mahasiswa Penerima Bidikmisi UAD Semua angkatan bersama Ka. Bimawa dan WR3 UAD

Alhamdulillah… semester sampai di semester 6. Masih kurang percaya rasanya bisa kuliah, dan bahkan begitu bersyukur saya bisa berkuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini dengan program beasiswa Bidikmisi.

Angkatan saya (2013) adalah angkatan ke-2 utnuk penerimaan beasiswa bidikmisi di PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Karena baru dimulai tahun 2012 untuk PTS sendiri.

Gambar: Undangan sarasehan, dari BIMAWA (bimawa.uad.ac.id)

Bagi mahasiswa penerima bidikmisi, pastilah memiliki kewajiban lebih dibanding mahasiswa pada umumya. Dimana mahasiswa bidikmisi dituntut untuk mendapat nilai akademik yang bagus, soft-skill yang bagus, aktif di organisasi, berkiprah di lingkungan, dan lainnya. Dalam menjaga semangat mahasiswanya sendiri, Bimawa selaku biro kemahasiswaan di UAD selalu melakukan evaluasi rutin. Biasanya per semester, tapi kadang-kadang juga per tahun. Intinya minimal per tahun harus ada pertemuan, seperti itu yang di ungkapkan Pak WR 3, DR. Abdul Fadlil, M.T. Ya mungkin untuk menyambut mahasiswa baru juga kalau per tahun.

Untuk kali ini, Sabtu 27 Februari 2016 sarasehan diadakan di R. Sidang Kampus 1 UAD, pagi, sekitar pukul 8.30 sampai 9.30 an. Namun yang sedikit disayangkan adalah kawan-kawan dari prodi Bimbingan dan Konseling banyak yang tidak dapat hadir dikarenakan sedang magang. Beberapa kawan yang lain juga tidak bisa hadir, entah kenapa.

Pembicaraan dimulai oleh Pak Abdul Fadlil, selaku WR 3. Kuran lebih beliau memberikan motivasi kepada mahasiswa dan mereview sedikit tentang bagaimana lulus tepat waktu, lalu tentang IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), Keaktifan di organisasi, dan lainnya. Secara garis besar ya seperti itu.

Kemudian Pak Hendro melanjutkan secara detil dan gambalng tentang seberapa penting berorganisasi itu,terutama impact-nya ketika di dunia kerja. Selain itu juga seberapa pengaruh IPK ketika dalam penerimaan pekerja sebagai gerbang awal, atau first selection. Jadi memang keduanya harus berjalan bersama. Punya skill bagus, tapi kita ndak bisa maju perang ya sama aja kalah sebelum perang. Punya IPK bagus tapi ndak punya skill ya percuma ndak bisa perang malah mati di medan pertempuran. woh…

Setelah itu acara dilanjutkan sharing-sharing dan juga lebih ke tanya jawab. Mbak Lia, senior kami yang bercerita panjang x lebar juga tentang pengalamannya kesana kemari tentang bidikmisi. Dan beberapa mahasiswa lain bertanya tentang semangat, akademik vs organisasi dan juga tentnag program profesi untuk mahasiswa farmasi.

Semangat buat kawan-kawan Bidikmisi Semuanya 🙂