histats

Pingin Nikah

Wahh, ini nih 😀

Setelah 22 tahun lebih merasakan hidup di bumi, akhirnya sang keturunan adam ini kepingin juga menikah. What? 22?Mungkin ini impact dari beberapa minggu terakhir, pembahasan di kantor selalu saja menjurus ke perkara pernikahan. Ndak hanya dikantor, dibeberapa tempat pun juga ada aja pembahasan kesana. Secara ndak langsung, seperti ada motivasi buat kesana yang diam-diam kok tiba-tiba ndak bisa diajak diam 😀

Sebenarnya di usia 22 ini ndak terlalu muda sih, maksudnya ya sudah cukuplah untuk membina rumah tangga. Namun, seperti halnya kita tahu, budaya yang berkembang di tanah kelahiran (baca: jawa) sedikit beda, kalau dikalkulasi, ya tetep ada hitungan yang lumayan untuk dapat menikah.

Nampaknya aku ndak ingin terlalu ribet ke budaya hajatan, toh menikah itu esensinya kan bukan disitu, tapi lebih ke bagaimana menyempurnakan agama, dengan membina rumah tangga yang qur’ani, dan syahdu. Bukan alesan karena saya kebelet, tapi benar bukan?

Tapi meski begitu, ya tetep aja ada pengeluaran yang harus dikeluarkan, jadi harus nabung dulu kayaknya. Oke fix, tahun ini mulai nabung.

Jare pingin s2 -_-

Emang iya :p Kan s2 sama nikah boleh kwkw, mungkin cuma butuh lebih kerja keras, biar bisa menghidupi anak istri dan menuntaskan pendidikan. Semoga saja tahun depan apply beasiswa s2 nya tembus, sehingga ndak terlalu merepotkan dan bentrok sama keinginan yang satu ini. Kalo tembus kan minimal ndak perlu nguras kantong buat pendidikan, jadi bisa buat beli susu anak wkkw, bahasnya sudah anak, padahal sama siapa mau itu aja belum tau 😀

Tak apa, sekarang fokus berbenah dulu. Perbaiki akhlaq dan semakin mendekat sama yang diatas, jangan sampai, punya anak nanti lahir dari orang tua yang ndak paham agama. Selain itu, yah sementara ini bisa lebih punya waktu untuk “usel-uselan” sama orang tua.

Jadi, kepinginan ini tetap dipegang teguh, dan semoga saja lekas Allah kabulkan. Kalau endak tahun depan ya depannya lagi, semoga tabungannya sudah bisa digunakan untuk menghalalkanmu 😀