histats

Palestina, apa yang dapat ku berikan kepadamu?

Bismillah…. tulisan kali ini sedikit meluapkan perang batin yang tak kunjung terhenti. Kadang-kadang, sengaja menyisihkan waktu untuk mengikuti berita terbaru tentang Palestina yang tengah diselimuti duka. Kadang-kadang aku juga berpikir, apa yang membuat para petinggi tak segera menuntaskan hal ini? Boikot saja semua lajur Israel dari berbagai sektor di setiap negeri, atau rudal saja sudah, biar musnah sekalian para Yahudi itu? Bukankah kita telah mengerti, bagaimana sejarah kependudukan dan kepemilikan lahan itu? Dan, bukankah kita telah melihat, bagaimana ganasnya tentara bintang enam sudut itu? Tapi apalah, bukankah kita tak lebih dari seorang jelata yang terlalu sibuk mengurusi dunia kita masing-masing? Kemudian, apa yang hendak kita lakukan untuk menjadi bagian pembebasan Al-Quds?

Saudaraku, andaikata boleh ku ajukan satu pertanyaan pembuka, akan kupertanyakan tentang cinta kasihmu kepada Muhammad, Apakah kau benar-benar mencintai Muhammad Rasulullah? Apakah kita telah benar-benar mencintainya? Pastinya kita semua mencintai beliau, meski, dalam bukti tak lebih dari sekedar ucapan seorang dhoif yang kemudian lemah dan lusuh, hambar dan memudar, kemudian lupa membuktikan cintanya. Anggap saja kita semua konsekuen terhadap cinta kita kepada Nabi Muhammad, kemudian, ceritakan kepadaku, bagaimana bisa kita mencintai seorang yang bahkan mukanya saja tak bisa kita bayangkan? Sebagaimana kita mencintai Allah, Dzat yang tak bisa kita uraikan? Palestina, meskipun mereka berada jauh di di bumi lain sisi, meski pun tak ada seorang pun penduduk nya kita kenal, meski pun tak pernah sekali pun kita berjabat tangan dengan seorang Palestina, apakah ada perasaan cinta kita kepada mereka? Seharusnya demikian.

Islam, menjadi ikatan yang menjadikan kita semua bersaudara. Tak perduli apa warna kulit, daerah, dan apa pun perbedaan diantara kita, selagi kita seorang muslim, kita adalah saudara. Seharusnya, jerit mereka yang berada di bumi Palestina juga kita bisa merasakan getirnya. Pernah sewaktu SMP, aku bertanya akan makna cinta kepada guruku, apa itu cinta? Jawab beliau, “Cinta adalah perasaan yang menjadikan seseorang menjadi bagian dari diri kita”. Sudahkah kita menjadikan mereka menjadi bagian dari diri kita? Andaikata kaki mereka terkena rudal, harusnya mulut kita ikut menjerit, air mata kita ikut mengalir, batin kita ikut tersiksa. Lalu, bagaimana perasaan kita dengan muslimah-muslimah yang diperkosa oleh para tentara zionis itu? Atau, anak-anak kecil yang dihujani rudal? Apakah hati kita merasa tersayat?

Apalah daya, sebagai rakyat jelata tak banyak yang bisa kita lakukan. Bukan berarti tidak ada, sebenarnya banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi keadaan di Palestina, yang dapat kita lakukan sebagai seorang muslim di bumi Indonesia.

#Bantu dengan do’a

Kita bisa berdo’a untuk kebebasan Al Quds, keteguhan mujahidin, dan kebaikan-kebaikan untuk bumi Palestina kepada Allah.

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ،

Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk

وَعَافِنَا فِيمَنَ عَافَيْتَ

Selamatkanlah kami dalam golongan orang-orang yang Engkau telah pelihara

وتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ،

Uruslah kami di antara orang-orang yang telah Engkau urus

وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ،

Berkahilah kami dalam segala sesuatu yang Engkau telah berikan

وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ،

Hindarkanlah kami dari segala bahaya yang Engkau telah tetapkan

إِنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ ،

Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan

وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ،

Sesungguhnya tidak akan jadi hina orang yang telah Engkau lindungi

تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ

Engkau wahai Rabb kami adalah Maha Mulia dan Maha Tinggi.

(HR Thabrani 3/123)

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين

Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka

اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ

Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin

اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ إِسْرَآئِل وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ

Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka

اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّين

Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama

بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

Dan sampaikanlah Sholawat kami kepada Nabi Muhammad.

Saudaraku, ketahuilah bahwa doa merupakan salah satu senjata penting kaum muslimin. Itulah sebabnya menjelang Perang Badar Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengawali perang dengan berdoa memohon pertolongan Allah bagi kemenangan pasukan Islam. Sedemikian khusyu’nya beliau berdoa sehingga sempat tiga kali surbannya jatuh dan setiap kali jatuh diangkat kembali oleh sahabat Abu Bakar.

 

#Bantu dengan Boikot Israel dan Pendukung-pendukungnya

Andaikata aku seorang petinggi negeri, mungkin bahasa ku tak jauh-jauh dari politik luarnegeri, desakan dan lainnya. Tapi, karena aku dan kita semua disini sebagai rakyat, hal yang paling mudah yang dapat kita lakukan adalah dengan boikot produk-produk Israel, dan pendukung-pendukungnya. Hal ini akan menggoyahkan perekonomian Israel, boleh jadi menjadi desakan pintu belakang demi bebasnya kota suci Yerusalem.

 

Hmmm…. andaikan diri ini punya kapasitas untuk berjihad dengan perang, mungkin Gaza akan menjadi tujuan setelah aku pulang kerja. Mungkin, jihad kita ada di hal-hal lain, dengan memberitakan informasi-informasi yang benar tentang Palestina, menyurakan untuk kemerdekaan Palestina.

Allahuakbar, kalau kita mengerti, betapa kuat keimanan para penduduk Palestina, bahkan seorang anak kecil pun, kurasa kita belum ada apa-apanya.