histats

Mimpi ke Makkah

Bicara tanah suci siapa sih tidak tahu? Makkah. Jelas sudah semua hafal betul. Namun, untuk ke sana? haduh, melihat kondisi sekarang yang terpikir pasti dua kata, “Apa mungkin?”.
Melihat kebelakang, akan kehidupanku, dan melihat Makkah, rasanya ngeri untuk dijadikan mimpi. Seperti tak berani, Loh?

Yaa gimana…

Kita sering berkelit, mencoba membantah terhadap yang kita pun sepaham.
Semalam, ceritanya nonton video ceramah Ust. Yusuf Mansur  ​, bla bla bla, sampai pada Ustadz cerita tentang si Mansur dan keajaiban-keajaiban jalan Allah yang membantunya, ketika dia mulai menghafal Al-Qur’an dan artinya. Skip skip skip, sampai pada si Mansur mendapati Surat Ali Imran ayat 96-97…

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Qs.3:96-97

Sampai disitu sepertinya perasaan si Mansur menular juga kepada saya. Dua ayat itu saja, cukuplah menjadi alasan untuk kita berangan, bermimpi, bercita, bergerak, berdoa, ber ber ber intninya mengingini dan menjalankan apa-apa untuk sampai ke baitullah.
MIMPI.

Nampaknya dari sini semua harus aku tekankan pula. MAKKAH. Suatu saat. Pasti. Tidak ada keraguan, karena Allah Maha Kaya 🙂

Ngerinya untaian ini, tapi apalah-apalah, memang belumlah pantas mengatakan seperti itu sementara pribadi masih kotor seperti ini.
Bismillah, semoga dimudahkan pula untuk memantaskan diri, biar pantas berkunjung ke baitullah, entah kapan nanti. Amiin 🙂
Yang membaca, mohon do’anya ya semoga suatu saat nanti saya bisa kesana.. semoga yang membaca pun juga bisa kesana 🙂 amiin