Kehilangan Rangkaian

Terkadang, ketika terbesit beberapa rangkaian kata memang sebaiknya langsung aku buka catatan, sebelum dia lalu, kemudian menghilang.

Namun, untuk semalam tiada aku menyesal. Meskipun aku tau, rangkaian itu adalah rangkaian yang indah, namun aku tak berani menggadaikan dirimu.

Entah, tentangmu semuanya menjelma puisi. Sampai sewaktu kita berbicara dua tiga patah saja diwaktu menjelang pagi, banyak untaian yang kemudian terbayang.

Meskipun tak banyak kau bersuara, aku tetap memilih diam dan menunggu, alih-alih mengabaikanmu dan memilih tulisanku.

Tak mengapa, kini rangkaian kata itu telah benar-benar hilang dari ingatan. Hanya sedikit cerita yang masih ku ingat, yaitu tentang aku yang duduk bersimpuh didepan pintu hati seorang gadis yang meski menutup pintu hatinya, namun dia menangis didalam keheningan, menyaksikanku dari jendela.