histats

Arsy, mahasiswa UAD yang sering jadi ‘server’ buat teman-temannya ini memang pribadi yang sesuatu, patut dicontoh

Untuk sosok yang satu ini pasti tidak terlalu asing untuk mahasiswa UAD, apalagi mereka yang tinggal di Persada (Pesantren Mahasiswa Ahmad Dahlan), Prodi Sistem informasi, Fakultas Mipa, bahkan bisa dibilang setingkat universitas banyak yang mengenalnya. Yah, memang mbak mbak yang satu ini selain pribadi yang baik, juga pernah menjabat satu periode lebih di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ahmad Dahlan. Jadi tidak mengherankan jika banyak yang kenal. Namun, ada yang lain yang menarik dari Mbak Arsy, apa itu?
Gambar: Penampakan Mbak Arsy, dari belakang aja ya 😀

Nama lengkapnya Arsy Amaliyah, meski lahir besar tumbuh dan berkembang (*eh) di Kalimantan Timur tepatnya di Sangatta, tapi mbak Arsy ada darah Jawa juga. Kalau yang sudah kenal, pasti tau Mbak Arsy seperti apa, dengan jilbab yang lumayan lebar, dan selalu nunduk ketika berjalan.

Baca juga:
Merinding Baca CV nya Mbak Santi, Mahasiswa BK UAD
atau:
Strategi dan Tips dari Mbak Tengku a.k.a Eteng, Mbak Farmasi UAD ini Sudah Cantik, Pandai Pula

Saya kenal Mbak Arsy sejak semester satu di UAD, karena memang kami sekelas yaa jadi kenal deh. Meski awal-awalnya tidak begitu akrab, namun dari kejauhan sangat menarik. Dia memang orangnya pintar, nilainya selalu saja tinggi diantara kami teman-teman sekelasnya. Malahan, teman-teman sering bilang kalau dia ini ‘server’-nya kalau lagi ada tugas yang sulit. Dia juga ngga pelit, jadi sering berbagi memeahkan masalah dan mengajarkan kepada kami.
Disaat sebagian orang mengejar akademik saja, atau cuek dengan akademiknya dan lebih mengejar skill, Mbak Arsy bisa mendapatkan keduanya. Ya, selain nilainya bisa manteb, setiap tugas yang berupa proyek atau praktikum dia juga bisa melahab dengan nikmat (kaya indomie pas gerimis … *eh). Ditambah lagi, kedekatannya dengan agama, wahh sangar ya?
Rasanya tidak percaya kalau beliaunya bilang dulu pernah berpenampilan tidak seperti sekarang. Maksudanya, dulu beliau juga tidak pintar, tidak juga mengenakan jilbab seukuran sekarang, dan lainnya. Intinya, ternyata sosok yang seindah itu dulunya juga pernah biasa saja. Wah, melihat keadaanku yang sekarang ini, rasanya jadi penasaran gimana caranya biar bisa jadi orang yang berubah jadi lebih baik dan konsisten dalam perubahan.

Tentang Jilbab

Kata beliaunya, awalnya sih seneng aja lihat jilbab yang gede gitu, terus beli Cuma dua. Kemudian dipakailah untuk sekolah (waktu itu kelas 3 SMK). Beberapa teman-temannya pun menjauhi, dan banyak yang heran dan bilang ih ih dan sejenisnya. Tapi lama-lama mereka juga mendekat lagi, dan akrab lagi, terlebih karena musim Uji KOmpetensi jadi pada Tanya-tanya, jadi deket lagi :D.
Selain itu, yang dia yakini ini semua adalah ibadah dan ini juga yang membuat dia semakin manteb. Dan lagi, karena setiap orang dipandang tidak hanya karena pakaiannya, dari situlah perubahan dari sini membuat Mbak Arsy semakin semangat untuk memperbaiki diri.

Seperti itu mungkin ya sedikit deskripsi yang saya dapat dari pesan BBM tentang move on jilbabnya. Disambung lagi, imbuhnya, pernah denger ceramah USt. Wijayanto kalau semua orang itu punya iman. Dan yang punya iman akan masuk surge. Tapi iman yang Allah minta itu ada standarnya, jika ndak sesuai standar Allah, maka jangan harap. Duh, mak jleg saya nya baca pesan BBM itu. Jadi ngerasa kalau diri saya masih sering naik turun imannya, naik lambat turun cepet. Harus lebih manteb berbenah!

Tentang Kemampuannya

Dari beberapa tahun kenal beliau, sering dia bicara “Dia aja bisa, msa kita engga?”. Yah, begitulah. Dari seabrek aktifitasnya mulai dari kuliah, organisasi, menjadi pendamping di asrama, LPSI, dan banyak yang lain, sempat juga ya belajar. Kapan? Saya malah bingung. Sebenernya sih tiggal dijalanin kali ya, asalkan mau mulai dan melakukan secara komitmen. Saya jadi inget, sering dan banyak waktu luang saya yang hanya saya gunakan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak mengupgrade kemampuan saya, hilang sia-sia.

Mungkin tertarik membaca :
Simbah Penjual Wedang Ronde di Altar Jogja, di usia senjamu mengapa masih begadang?

Pernah juga saya melihat catatan-catatannya, di layar laptop misalnya begitu penuh dengan catatan. Yah, kapasitas otak memang butuh bantuan untuk mengingat.
Target? Dia selalu ada target yang ingin dicapai, misalnya tahun ini harus sudah ini, harus bisa itu, harus ini itu blab la bla. Kita sudah belum memetakan target? Hadehh… belum lagi rutinitas, sehari harus menghapal berapa verb, berapa ayat, dst. Boleh juga kebiasaan ini kita terapkan di diri kita 😀
Wah, ndak terasa coretan tentang sosok satu ini sudah banyak banget. Segini dulu kali ya, meski sebenernya masih banyak lagi ilmu yang bisa kita pelajari dari pribadi yang satu ini.
Buat yang pengen hijrah, move on juga, atau sharing dengan beliau, bisa kontak via media social di bawah ini, biar ndak kecewa kalo artikel ini kurang manteb 😀

FB Mbak Arsy => Arsy Amaliyah

Semoga bermanfaat 🙂